I. Gaya Gerak Magnet Pada Kumparan

1. Amper-lilit

Oersted menyadari bahwa jika sebuah kawat berarus dililit menjadi suatu kumparan, medan magnet yang dihasilkan oleh tiap lilitan dijumlahkan menjadi satu. Hasilnya adalah sebuah medan magnet yang kuat pada tengahtengah kumparan dan pada kedua ujungnya. Kedua ujung kumparan tersebut berperilaku seperti kutub-kutub sebuah magnet. Sebuah kumparan kawat panjang dengan banyak lilitan disebut solenoida. Dengan demikian sebuah solenoida bekerja seperti sebuah magnet ketika arus listrik mengalir melalui solenoida tersebut. Kutub utara dan selatan berubah sesuai dengan arah arus tersebut. Medan magnet solenoida dapat diperkuat dengan memperbesar jumlah belitan atau besar arus yang mengalir melalui kawat tersebut.

Dengan magnet koil, kuat medan magnet bergantung pada seberapa besar arus yang mengalir pada lilitan koil. Semakin besar arus, semakin besar medan magnet. Koil berperan seperti sebuah magnet batang yang memberikan medan magnet sebanding dengan amper-lilit. Rumusnya adalah

Amper-lilit = I x N = ggm

dimana I adalah arus dalam amper yang dikalikan dengan jumlah lilitan N. Besaran IN menentukan jumlah gaya magnet yang merupakan gaya gerak magnet (ggm).

2. Intensitas Medan (H)

Intensitas medan bergantung pada panjang koil. Pada suatu titik tertentu, nilai ggm tertentu akan menghasilkan intensitas medan yang lebih kecil untuk koil yang panjang daripada koil yang pendek. Intensitas medan dalam satuan mks adalah …

H = ggm / panjang

Rumus ini untuk solenoida. Intensitas medan H adalah pada tengah-tengah inti udara. Jika solenoida menggunakan inti besi, H adalah intensitas medan pada seluruh inti besi. Panjang pada Rumus (H) adalah panjang antar  kutub-kutub. Pada Gambar 10a, panjang adalah 1 m diantara kutub-kutub pada ujung koil. Pada Gambar 10b, panjang adalah 1 m antara ujung inti besi. Pada Gambar 10c, panjang adalah 2 m antara kutub-kutub pada ujung inti besi, meskipun panjang lilitan hanya 1 m.

Gambar 10. Hubungan antara ggm dan intensitas medan H untuk berbagai macam inti.

Contoh pada Gambar 10 mengilustrasikan perbandingan berikut:

  1. Pada semua kasus, ggm adalah 1000 amper-lilit
  2. Pada Gambar 10a dan b, H adalah 1000A-l/m. Pada a, H ini adalah intensitas medan pada tengah-tengah inti udara; pada b, H ini adalah intensitas medan pada seluruh inti besi
  3. Pada Gambar 10c, karena panjang adalah 2 m, H adalah 1000/2 atau 500 A-l/m. H ini adalah intensitas medan pada seluruh inti besi
Iklan
%d blogger menyukai ini: